Logo
images

Perwakilan SMP Negeri 1 Biak Kota Juara Pada Ajang Lomba Puisi Tingkat Nasional secara Daring

SMP Negeri 1 Biak Kota, Juara Dua dalam ajang Lomba Puisi tingkat Nasional yang diadakan oleh Kementrian Informasi dan Komunikasi ( KOMINFO) di jakarta dimana dua dari SMP Negeri 1 Biak Kota yang menjadi perwakilan sekolah sekaligus perwakilan dari Prov. Papua. 

Dari hasil seleksi 200 peserta tersebut hanya mampu lolos 20 orang peserta seluruh Indonesia , salah satu sekolah yang meloloskan Pesertanya dalah dua orang dari SMP Negeri 1 Biak Kota.

KLIK: https://youtu.be/eyslKsG-YZQ

Pada ajang lomba tersebut yang dilaksanakan pada dua tahap, pada tahap pertama dilaksankan secara kualfikasi dari 200 peserta se Indonesia.  Dari SMP negeri 1 Biak Kota mengirim 7 Peserta Lomba untuk ikut seleksi, namun yang lolos semi final hanya dua orang, yaitu Rangga Saputra dan Nur Azizah. Kedua Perwakilan dari SMP Negeri 1 Biak Kota tersebut kembali membacarakan puisinya secara daring di depan para dewan juri dan peserta lain.  

Lomba Puisi secara Nasioanal ini dilaksankan untuk memeriahkan HUT RI ke 75 Tahun, dimana semua peserta diharapkan menggunkan Pakaian adata daerah masing-masing, 

dari peserta mewakili papua menggunkan baju adat Papua. Pada ajang lomba Puisi dimana salah satu peserta dari SMP Negeri 1 Biak Kota keluar sebgaia juara, Juara ke Dua, sedangkan satu peserta lagi hanya masuk sebagai pesereta finali. 

Tentu kami Bangga melihat anak-anak kami, siswa kami dalam mengikuti lomba tersebut, antusiesme peserta sangat luar biasa dan bersemangat dan akghirnya kami keluar sebagai juara dua menyisihkan 200 peserta kemudian masuk ke final dan menyiksakan 18 peserta dari sekolah dari berbagai Provinsi di Indonesia. 

Info  Kominfo – Kementeriaan Komunikasi dan Informatika bersama Paduan Suara Merah Putih menggelar Lomba Membaca Puisi Aku Cinta Negeri Indonesia Maju Tingkat SD dan SMP. Lomba yang berlangsung virtual itu diikuti oleh 200 pelajar SD dan SMP dari seluruh Indonesia.  Sekretaris Jenderal Kementerian Kominfo, Rosarita Niken Widiastuti mengajak seluruh peserta tetap semangat dan optimistis. 

“Kalian adalah masa depan Indonesia. Anak-anakku bisa belajar melalui virtual, melalui internet dan kegiatan ini pun juga melalui virtual. Karena itu, tentunya puisi itu betul-betul kalau kita rasakan bisa memberikan semangat pada anak-anakku semua,” ujar saat membuka lomba baca puisi dari Ruang Serbaguna Kementerian Kominfo, Jakarta, Selasa (18/08/2020).

 

Sekjen Niken mengungkap makna puisi “Aku” dan “Karawang-Bekasi” yang diciptakan Chairil Anwar. Menurutnya, kedua puisi itu memiliki satu semangat optimisme membela negara.  "Keduanya tentu saling mendukung, saling menguatkan, yang berjuang melawan penjajah dengan senjata semakin terbakar semangatnya oleh puisi-puisi," jelasnya.

Bagi Sekjen Kementerian Kominfo, puisi juga menjadi penyemangat dan bentuk perjuangan membela bangsa selain mengangkat senjata melawan penjajah. “Pada saat para pejuang-pejuang yang lainnya berjuang memanggul senjata dengan bambu runcing ataupun dengan senjata berperang di medan laga, tapi ada pejuang-pejuang yang berjuang menggunakan penanya yaitu melalui puisi,” ungkapnya.

Sekjen Niken mengutip salah satu bait karya Chairil Anwar. Lewat penggalan salah satu bait dalam puisi “ketika peluru menembus kulitku, aku tetap menerkam, meradang, dan aku ingin hidup seribu tahun lagi”, menurut Sekjen Chairil Anwar ingin menyaampaikan pesan kepada kita bahwa ketika sedang berjuang, tidak ada rasa ketakutan, tidak ada rasa pesimis, tetapi rasa optimis. 

“Bait puisinya itu menggambarkan rasa optimisme. Seperti sekarang kita sedang berjuang melawan Covid-19. Tidak boleh pesimis, harus selalu optimis,” tegasnya.

Sekjen Niken juga mengajak para peserta lomba untuk menggunakan media sosial untuk kegiatan-kegiatan yang positif dan harus memiliki jiwa nasionalisme. “Selamat berjuan anak-anakku. Gunakan media sosial untuk hal yang positif, mencari ilmu, belajar dan bersosialisasi. Tapi, jangan menggunakan media sosial untuk hal-hal yang negatif," tandasnya.

Dalam lomba yang digelar untuk memeriahkan peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan RI itu, setiap peserta membacakan puisi yang dipilih dari rumah menggunakan gawai masing-masing.  Setiap peserta bisa mengenakan pakaian adat atau seragam sekolah.




Tinggalkan Komentar